Fic ini adalah fic yang kutulis berdasarkan sebuah flash comic pada deviantART yang ditunjukkan Yaki padaku, ceritanya benar2 menginspirasiku dan kuyakin banyak orang lain juga merasakan hal yang sama, karena itu aku ingin membagi kisahnya dengan kalian, aku tidak akan mengakui bahwa ini fic buatanku, ini murni kutulis ulang dari flash comic itu, link nya bisa kalian temukan di akhir cerita, semoga aku bisa menuliskan kembali cerita yang menyentuh ini dengan baik.
Nah, selamat menikmati!
Tittle : 1000 Words
Disclaimer : Naruto belonged to Masashi Kishimoto and 1000 Words belonged to Yuumei.deviantart.com ©Wenqing Yan 2009
Ditulis ulang oleh :
Dhiee (edited by Vinacchi)
Langit cerah di atas sana disertai angin yang terasa bersahabat pagi ini. Di sebuah desa yang damailah kisah ini dimulai, sebuah kisah yang akan mengajarkan betapa berharganya sebuah kata untuk manusia lain karena nilai dari kata itu dapat mengubah apa yang seharusnya rapuh menjadi kuat dan berbeda dan betapa beberapa keputusan dalam hidupmu akan mempengaruhi kehidupan yang lain, maka pilihlah secara bijak.
Di tepi sungai kecil yang berada di sisi kiri jalan desa yang rindang itu terlihatlah seorang pemuda berambut pirang, ia sedang sibuk dengan buku sketsa dan alat gambar yang dia pakai untuk menggambar pemandangan indah desa tersebut. Seorang gadis kecil berambut hitam dan bermata onyx mendekati pemuda pirang itu, dengan langkah yang malu-malu dan sedikit keraguan, ia memperhatikan sketsa yang dibuat si pemuda.
“Ada apa gadis kecil?” tanya si pemuda,
“Kakak, bisakah kau mengajariku caranya menggambar?” tanya si gadis cilik, “kau sangat hebat dalam menggambar,” tambahnya sambil memperhatikan buku sketsa yang ada di tangan si pemuda.
“Tolong ajari aku, aku ingin menggambar sesuatu yang spesial ..” ucapnya seraya menggenggam erat gulungan kertas yang ada di belakangnya, kemudian dengan sedikit keberanian ia memperlihatkan gulungan kertas yang sedari tadi digenggamnya kepada si pemuda, sebuah gambar khas anak kecil yang memperlihatkan pemandangan keluarga yang terdiri dari seorang gadis kecil yang diapit dua orang dewasa di sisi kiri dan kanannya terlihat di kertas yang agak lusuh itu.
“Tapi yang paling bagus kugambar hanya ini!” ucapnya seraya memperlihatkan gambar miliknya itu. (Klik the tittle to read more...)
"Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan. 