水曜日, 11月 24, 2010
Fairy tale
Aku mematutkan diri di depan cermin. Aku memperhatikan pantulan wajahku di cermin itu. Gaun putih yang kugunakan sangat indah, ditemani make up tipis di wajahku dan buket bunga di tangan kananku. Aku terlihat cantik, benarkan?
Pernikahan itu masih terlihat jelas di luar sana, kebahagiaan meliputi semua orang yang hadir. Bagaikan sebuah dongeng klasik yang sangat indah itu, sang Romeo akhirnya mendapatkan Juliet. Tentu, kali ini tak perlu ada yang meninggal. Mereka tak layak berpisah lagi, bukan?
Makanya, aku yakin Romeo yang asli akan bahagia melihat Romeo yang tengah berpesta dengan teman-temannya itu, karena Romeo yang di luar sana, bisa bersama Juliet yang dia cintai.
Pernikahan ini akhirnya tercapai, Romeo mungkin tak bisa mendapat Juliet di kehidupan yang sebelumnya, namun, sekarang semua itu hanya akan jadi kisah lain yang akan mereka kenang di kemudian hari.
Aku berjalan menuju taman dimana pesta pernikahan bertema ‘Garden Party’ itu berlangsung. Mataku memandang sosok ‘Romeo’ yang sedang berbahagia setelah pernikahannya itu terwujud. Rambut pirang yang berantakan itu terlihat rapih ditemani tuxedo hitam yang makin memperlihatkan ketampanannya. Ia tersenyum melihatku, bisa kulihat di wajahnya kebahagiaan yang tak terlukiskan dengan kata-kata sekalipun.
Ah, aku tahu, Romeo. Kau pasti sangat bahagia sekarang.
Aku membalas senyumannya. Mata emerald ku pun menatap sepasang mata onyx di sebelahnya. Gadis itu tersenyum, sangat cantik. Rambutnya tertata rapih, (klik the tittle to read more...)
make up tipis di wajahnya yang putih pucat, gaun pengantin berwarna putih dengan hiasan bunga di pinggiran bawahnya, di hari bahagia seperti ini pastinya gadis yang jarang bereskpresi seperti dirinya sekalipun, akan terus menerus tersenyum sepanjang acara ini, bukan?
“Sakura, kemari!” Panggilnya.
Aku tersenyum, menjawab panggilannya, kemudian berlari kecil mencapainya.
“Hei, kau cantik sekali, Sasuki!” Ucapku begitu berada di hadapannya. Semburat merah menghiasi kulit pucatnya. Cantik.
“Terima kasih... kaulah mempertemukan kami,” Ucapnya, aku hanya tersenyum.
“Itu takdir, tahu!” Jawabku sembari mencubit pelan pipinya yang makin memerah. Kata-kata protes terucap dari bibir manisnya.
Yah, Takdir. Karena itulah, di kehidupan manapun, aku hanya akan menjadi Rosaline.
Orang yang pernah dicintai Romeo sebelum bertemu Juliet, dan orang yang menjadi kunci penting bertemunya Romeo dengan Juliet di pesta yang dihadiri Romeo.
Begitulah, karena Naruto adalah Romeo sedangkan Sasuki adalah Juliet.
Dan aku hanyalah seorang Rosaline.
登録:
コメントの投稿 (Atom)

0 comments:
コメントを投稿